Coba anda perhatikan rumah ini. Ini adalah Komplek Krakatau no 248. This used to be my house. Sewaktu orang tuaku masih bekerja di Chevron, kami sekeluarga tinggal di rumah dinas di di Camp Duri Riau. Di Komplek Chevron sendiri, aku pernah beberapa kali pindah rumah, terakhir sampai akhirnya orang tuaku pensiun, rumah terakhir yang kami diami adalah Komplek Kerinci no 19.
Begitu banyak kenangan yang ada di sana. Kami tumbuh dan besar di sana. Mulai dari TK-SMU. Rumahku yang di atas adalah rumah yang paling lama kami tempati. Mulai dari TK, SD, sampai SMU kelas 1. Jadi I grew up there. Waktu SD Sering banget telat datang, karena rumahku ini dekat banget dengan SD Cendana Duri, jadi tinggal ngesot istilahnya. Di samping rumahku ini ada lapangan Voli. Anak-anak komplek sering banget ngumpul di sana.
Kenangan nakal, kenangan jatuh cinta, dan kenangan persahabatan dimulai di sini. hahahaha. Aku pertama mulai belajar main organ, gitar dan menyanyi juga di sini. Kreativitas muncul di daerah ini. Mungkin karena aku besar di sana sulit rasanya untuk lupa dengan Camp Chevron dan Kota Duri. Walaupun sudah melanglang buana ke mana pun, kuliah entah dimana, kerja entah dimana, pasti ingat tanah kelahiran. Aku rasa ini juga terjadi bukan hanya pada diriku saja, tetapi juga teman dan para sahabat yang sudah jauh merantau tapi merindukan kota Duri. Kami lahir dan besar bersama di sana. Ada keterikatan batin. Selalu ingin kembali
Semoga kenangan ini akan selalu indah. Tidak akan penah lupa dari ingatan, besar dan tumbuh di Duri. Walaupun kota yang kecil dan jauh, tetapi persahabatan dan cinta tumbuh di sana.
ps: I will always love kota Duri, and all my friends wherever you are.
pict captured by Taufik Hidayat dan Ringga Trihandani. Thanks.










kangeeen kak.. jadi pengeen pulaang =(
Ayo pulaaaang
Maaf,
Tapi kalau dilihat dan diperhatikan, hampir semua anak anak yang tinggal dan pernah tinggal di Komplek Chevron yang merasa kota Duri sangat nyaman dan indah. Dapat memiliki memory indah dan manis yang berhubungan dengan tempat. Mungkin karena terbiasa dan dibesarkan di lingkungan “comfort area”.
Bagaimana dengan teman teman outsider, yang tidak pernah tinggal di areal kompleks? Jangan berkecil hati. Mudah mudahan masih ada walau hanya kenangan kultural. Sangat menarik tinggal di daerah yang kental dengan multikultural seperti Duri. Perpaduan istilah minang logat batak ala jawa dalam berbahasa, menu lontong pical ala Riau dalam hal kuliner merupakan kekayaan hasil lidah padang jawa, serta nasi ramas bungkus ala porsi kuli ladang minyak.
Dan memang….kalau dari satu sisi Duri kuyup dalam pencarian materi untuk membayar rasa bosan dan belenggu lingkup fisik.
Hati hati, selain udara yang panas…. terkadang telinga dan hati juga selalu panas karena perbenturan kultur, kebebasan dan keterbukaan di ruang wilayah yang terbatas di Duri, tempat yang nyaris kota.
Terima Kasih komentarnya
Wah, benar tuh. Kenangan multikultural. Sampai skrg logat duri saya ga pernah bisa ilang. Masih ngomong bahasa indonesia tapi ada logat melayu dan minangnya
Hahaha, buat anak kampung kopelapip yang biasa menumpang hidup dari belas kasihan PT Caltex dan PT Chevron ini merasakan kalau kota duri (di luar kompleks) menjadi kota belajar bertahan hidup. Debu di saat kemarau, lumpur di saat hujan, jalan kaki Sebanga-Kopel menjadi santapan hampir tiap hari.
Salam kenal….
wah, jauh juga jalan kakinya…
Terima kasih. Salam kenal…
apa enaknya sih tinggal di dalam complek,….
enak tinggal di luar komplek lebih banyak kawan,….
kalau dilihat komplek tu sepi,…
orang-orang jarang keluar rumah,…..
iya juga ya… alhamdulillah masih punya temen-temen di luar komplek. jadi ga sepi-sepi amat…
aku senang bisa tinggal di duri
sempat ngerasain tinggal di Camp Duri Riau juga
aku lahir disana dan besar disana sampai aku berumur 12tahun.
banyak kenangan dan tak terlupakan, hampir 7tahun gak pernah kesana semenjak tinggal di Solo
aku kangen DURI ^^
Ya kapan-kapan main ke Duri ya. Walaupun ga terlalu banyak perubahan berarti. Tapi sudah berubah
Hi,
Salam kenal. Aku Danny Kosasih. Dulu aku tinggal di complex Caltex (CPI sekarang Chevron) tahun 1987-1990, di Merapi nomor 77 kalo gak salah ingat. Pas didepannya Movie dan sampingnya Baseball court….n dulu sekolah di SD Cendana Duri kelas 4 (1987) sampai kelas 6 (1990) terus SMP Cendana Duri hanya sampai kelas 1 (1990) sebelum pindah ke Jakarta.
Aku senang sekali melihat blog mu ini lengkap dengan foto-fotonya. Sangat merindukan Duri dimana tempatnya menyenangkan. Walaupun jauh dari Pusat-Pusat Perbelanjaan, namun semua lengkap ada Commissary, Swimming Pool, Tennis Court, Movie, Baseball, Soccer Field. dlll….wah senang sekali….yang pasti dulu tahun 1980 akhir, jalan mobil dibuat dari minyak bumi…bayangkan panasnya kalau disiang hari. Sepertinya sekarang sudah di aspal ya…
Aku sekarang sudah berkeluarga dengan 1 anak. Ingin sekali liburan ke Duri. Dan kalau bisa masuk kedalam komplex CPI, sekadar berkeliling dan bernostalgia.
Oya kira-kira punya info tidak apakah ada milis atau Facebook Group anak2 lulusan Cendana Duri?
Salam,
Danny
Alhamdulillah bisa jalin silaturahmi lewat blog ini. Sukur2 bias share info. Thanks sudah mampir.
Memang beberapa post dan foto di blog ini tentang Duri. Karena memang setelah lulus SMA, tinggal di Depok dan setelah lulus sempat kerja sekitar 1,5 tahun di Duri lagi.
Aku tau itu Merapi 77, sering lewat pastinya
Ini ada grup fb Cendana Duri: http://www.facebook.com/home.php#!/group.php?gid=175044564815
Anak-Anak Cendana: http://www.facebook.com/home.php#!/group.php?gid=2237512316
Dan Cendana Duri Jakarta: http://www.facebook.com/home.php#!/group.php?gid=244121676925
Serta Forum Alumni Cendana: http://www.facebook.com/home.php#!/group.php?gid=35630345447
Regards,
Ranty
Ranty ….. i just knew u have spent your early years at Chevron Duri
)
it must be a wonderful memories to be remembered
thanks for sharing..
cheers,
elisa.
Yeeep. Thanks for leaving comment.
You Did it Nty… aku jadi kangen KOta Duri. Will Miss all of our memory there
Hai Cieee…. yep yep… We’ll miss kota Duri and our friends
hemmm duri riau… kota kelahiran.. tak bisa terlupakan.. gimana ya keadaan taman kupu2 taman gajah dll… apa masih sama ya kayak dulu…. aq dlu tinggal di komplek cpi tapi pindah keluar komplek trus sekarang pindah ke jawa… T.T
jadi kangen sama kota kelahiran… semoga bisa kesana lagi AMIN. kak bagi2 foto yang lain ada gag kak?? yang dapat menghilangkn rasa kangen,.
Hai Nova,
terima kasih komennya. Sebenarnya aku juga sudah tidak di Duri lagi. Foto-foto di Duri pun juga tidak banyak. Tapi nanti kalo ada aku kan share di blog ini yaaa….
Cheers!
Iya, benar skali itu…Duri adalah tempat tumpah darahku waktu dilahirkan. Banyak sekali cerita selama 15 tahun aku lahir dan besar di duri. hingga pada waktu aku mau lanjut SMA aku pergi ke P.Siantar. Rumahku pun msih disitu, cuma aku udah 3 tahun belum balik kesana karena sekarang lagi kuliah di Jawa. Mulai 2005 aku udah jarang ksana, paling2 hanya libur sekolah doank baru bisa balik kerumah. Sekarang malah belum pernah lagi balik kerumah karena lebih jauh lagi perantauanku…hehe…
Oyah, aku mau nanya ka, tau alamat e-mail Chevron nggak yg di Duri? Atau Siapa yang bisa dihubungi administrasi Chevron yang bisa memasukkan surat kerja praktekku dari kampus. Aku mau kerja praktekj di Chevron, n aku bingung mau masukin surat nya kemana?
Kalau bisa, aku mau balik ntar abis semester ini kerumah, n sekalian mau kerja praktek di Chevron.
Nomor Hapeku: 085216772090
wah anak duri
Angkatan tahun berapa sma nya
Gw dari kerinci no 2. Rumah depan jalan besar (pemadam kebakaran)