Archive | September, 2009

Asian Drama

30 Sep

Aku dan adikku Ringga, suka sekali menonton serial korea dan taiwan, Ya Asian Series gitu. Entah berapa banyak koleksi kami di rumah. Mungkin karena jarang menonton sinetron kami lebih memilih nonton dvd Asia yang lebih menghibur. Hm, okay bukan hanya menghibur tentunya, kadang banyak pelajaran yang bisa diambil ketika menontonnya.

Karakter-karakter yang dimainkan sangat mengena, misalnya untuk peran antagonis tidak selalu sejahat seperti di sinetron sampai mata bisa membelalak, dan peran protagonis yang tidak selalu sempurna baiknya. Selain itu tentunya wajah-wajah cowok dan cewek asia yang sangat menarik membuat mata kita bertahan menonton serial tersebut bahkan sampai pagi. Bukannya ga cinta dengan sinteron Indonesia, tapi terus terang untuk yang satu ini aku angkat tangan. Serial Asia masih merajai bahkan mungkin ditiru sinteron lokal.

Here are my favorites, serial-serial sepanjang masa yang aku suka dan kadang aku masih sering mengulang menontonnya di waktu libur dan luang hari.

  1. Meteor Garden 1
  2. Full House –> Bikin jatuh hati sama kecantikan Song Hye Kyo
  3. It Started With The Kiss
  4. They Kiss Again –> lucu lucu…diulang berkali2 nontonnya
  5. My Name is Kim Sam Soon
  6. My Sassy Girl – Chun Hyang
  7. Princess Hours
  8. Thank You
  9. 9 End 2 Outs
  10. The 1st Shop of Coffee Prince
  11. We Got Married 1 & 2 –> Seru!!!!
  12. Devil Beside You
  13. Miss No Good
  14. Hana Yori Dango
  15. Why Did You Come To My House
  16. Shining Inheritence –> New

princess-hours

Serial-serial di atas ada yang serial Korea dan Taiwan di atas bukanlah serial baru, tetapi serial-serial sepanjang masa yang sampai sekarang masih diingat dan masih enak ditonton berkali. Belum lagi cerita-cerita yang sedih menyayat hati sampai menangis tersedu-sedu. Entah kenapa kalau nonton serial asia ini bikin aku ga sabaran untuk menyelesaikan sampai habis, padahal bisa sampai 24 episode. cinta deeeh.

TheyKissAgain

WGM season 2

NB: bocoran nih, katanya Full House bakal ada sambungannya jadi Full House 2. Belum konfirm pemain sih, tapi berharap tetep Rain dan Song Hye Kyo ya… amiiin :D

Takbir Bergema

20 Sep

Berjalannya waktu tak terasa membuat kita bertemu kembali dengan bulan Syawal. Takbir bergema lagi, kembali kepada fitrah, setelah menjalani puasa sebulan penuh. Banyak kesalahan yang telah diperbuat, perilaku buruk, dan lupa akan kekuasaan Allah SWT. Saat untuk menunduk atas keasalahan dan bersuka cita menyambut kemenangan fitrah.

Moment seperti ini memang moment berkumpulnya keluarga. Diutamakan silaturahmi saling memafkan, agar fitrah sebenarnya dapat diraih. Semua orang bersuka cita. Beban sejenak dilupakan. Saling mengunjungi dan berceritera dapat mempererat hubungan keluarga yang telah terputus oleh jarak dan waktu.

Demi Harapan di masa yang akan datang, berusahalah untuk selalu tawakal berdoa dan berusaha. Semoga ujian yang ada membuat kita dapat kembali kepada fitrah dan insyaAllah masih bisa menunggu takbir bergema lagi di tahun depan. Amin.

catss

catsz

My Playlist on MixPod

12 Sep


MusicPlaylistRingtones
Music Playlist at MixPod.com

Free Your Music

10 Sep

Sebenarnya marak musik gratis sudah berlangsung lama, namun akhir-akhir ini aku membaca beberapa blog musisi Indonesia Independen yang menggratiskan musik mereka melalui internet. Salah empatnya, mereka Jflow, Saykoji, Pandji, dan Della MC dalam situs Garuda Hiphop dan beberapa musisi lainnya. Masih dilematisnya penggratisan musik ini menimbulkan perdebatan bagi musisi sendiri. Di satu sisi, musisi butuh dihargai dan diapresiasi secara materi dalam pembuatan lagu mereka, namun di sisi lain penjualan album tidak lantas dapat memberikan mereka materi yang cukup, malah dibajak. Cd-cd berangguran di toko kaset, kurang promosi, dan penikmat musik lebih banyak memanfaatkan situs gratis download lagu ataupun ring back tone dibandingkan dengan nongkrong di toko kaset mencari cd-cd favorit mereka (termasuk aku…).

Musik itu rasa. Musik itu jiwa. Dari blog para musisi tersebut dapat aku simpulkan bahwa apresiasi itu bukan hanya dari materi dalam bentuk royalti penjualan album. Apresiasi bisa didapat dari antusiasme penikmat musik dengan terjun langsung menikmati musik lewat performance-performance mereka. Apresiasi dapat berupa orang tau dengan lagu kita. They enjoy our music. Respect. That’s all.

Pernah juga kita dengar beberapa waktu yang lalu kalo tidak salah grup band Naif menjual musik mereka dalam bentuk flashdisk usb. Namun aku tak terlalu mengikuti perkembangan bagaimana bentuk apresiasi kawanaif dalam menghadapi hal seperti itu. Aku sebagai penggemar agak berat rasanya waktu itu dengan harga jualnya. Hal ini mungkin strategi Naif dalam penyebaran musik digabung dengan marketing diri, sekaligus menghindari pembajakan. Tidak rela rasanya menggatiskan musik yang sudah dibuat dengan susah payah begitu saja dapat didownload di internet, bisa diakses siapa saja. Ini mungkin salah satu meaning dari respect karya orang lain juga.

Sempat terlintas tentang bagaimana modal produksi pembuatan album atau single tersebut apabila mereka gratiskan di internet. Namun bagi para musisi, laku beberapa ribu kopi album belum seberapa dibanding mereka bisa mendapatkan royalti dari ring back tone atau popularitas order live performance. Materi yang mereka dapatkan toh pada akhirnnya dapat menutupi ongkos produksi dan musik yang mereka buat sampai ke penikmat musik dengan easy, they enjoy, dan pastinya tidak perlu pusing dengan pembajakan maupun strategi marketing dan promosi album. Hehehehe.

Entahlah. It’s all depends on anyone opinion. Tergantung dari masing-masing pemikiran akan apa arti apresiasi musik itu sendiri. Kepuasan kadang tidak bisa dinilai. Mungkin beginilah cara mereka bisa sampai ke penggemar dan mengena langsung. Aku dukung kalo memang itu untuk kebaikan bersama dan kebaikan musik Indonesia. Musik untuk dinikmati, musik bukan untuk diperdebatkan. Musik itu bebas. Universal apapun bentuknya. Toh di Indonesia, pembajakan musik belum terlalu menjadi perhatian.

radio

Kisah Keenan dan Kugy

1 Sep

courtesy of http://kebun-angan.com

courtesy of http://kebun-angan.com

Perahu Kertas. Sejujurnya, waktu pertama kali membaca buku ini seperti membaca sebuah teenlit. Namun lama kelamaan tak terasa aku merasa terbius. Ini bukan sekedar teenlit, more than that. Memang bukan seperti Supernova, tetapi sisi yang berbeda dari karakter tulisan Dee yang sedang sampaikannya. Dee yang memang Smart.

Mengenai Cover: Sumpah keren abis. Desain menarik dan simpel namun penuh makna.

Mengenai Isi: Sumpah ini a must have item-lah. (kok pake sumpah terus ya…). Kalo suka baca buku, baca semua buku yang ingin kamu baca (apa hubungannya coba…) Intinya yang suka baca harus baca-lah buku ini. Hehehehe.

Cerita tentang kisah 2 orang keenan dan kugy yang mungkin sudah ketebak ending ceritanya. Namun cara Dee menjabarkannya membuat aku ingin membaca lagi dan lagi. Ga rela untuk berhenti membaca dan agak sedikit menangis di bagian Kugy harus memutuskan pacarnya Ojos karena telah jatuh cinta pada orang lain. Ada sedikit ketidakrelaan dalam diri aku bahwa cerita berjalan seperti itu. Namun, bukan Dee namanya tidak membuat aku larut dalam alur cerita yang membuat akhirnya kenyataan tidak pernah akan bisa diatur oleh perasaan. Biarkan berjalan seadannya.

Menurut aku ini semua tentang pengharapan, impian, dan bagaimana kita bisa berusaha menjadi diri sendiri.

Mengenai Quote Favorit: Hati tidak pernah memilih. Hati dipilih. Sungguh mengena.

Mengenai Ending: Ya gitu deeeeh. Kamu semua harus baca. Intinya bukan sekedar cerita biasa.

Mengenai Harga: Aku beli di Pekanbaru dengan harga Rp69.000,00.  Worth it! Paket lengkap.

Mengenai Rating: Bintang Empat lah. Setara dengan GPA 3.50 out of 4.00. Halah.

Selamat Membaca!!!

NB: Sumpe deh. Ini semua aku tulis in my opinion ya. Semoga semua berkenan. :D

Bisa baca-baca juga di: http://dee-55days.blogspot.com/

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 373 other followers